LABUAN BAJO kabarntt.id—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, memberi apresiasi dan menaruh optimisme atas capaian dan kinerja Bank NTT.
Apresiasi dan optimisme itu diungkap Gubernur Viktor Laiskodat menyusul sukses besar Bank NTT yang mencatat sejumlah prestasi dan capaian. Capaian paling menonjol, sebagaimana terungkap dari RUPS Bank NTT di Labuan Bajo, Kamis (17/3/2022), adalah laba bersih Rp 100 miliar selama tiga bulan di tahun 2022 ini.
Gubernur Viktor juga memberi apresiasi atas komitmen para pemegang saham dalam penyertaan modal agar Bank NTT segera berstatus sebagai Bank Devisa di tahun 2024.
“Sudah berjalan dengan baik (penyertaan modal oleh para pemegang saham–Red). Dan kalau sudah berjalan dengan baik maka di 2023 sudah cukup (modal inti minimum Rp 3 triliun). Kecuali tiba-tiba ada perubahan mendadak. Kalau nggak yah dengan pola yang sekarang, 2023 bisa memenuhi kebutuhan Rp 3 triliun itu,” kata Gubernur Viktor kepada wartawan saat hendak meninggalkan lokasi RUPS.
Pernyataan Gubernur Viktor ini sangat beralasan karena berdasarkan Peraturan OJK No 12 Tahun 2020, bahwa terhitung tahun 2024 seluruh BPD harus memiliki modal inti minimum Rp 3 triliun, dan para pemegang saham serta seluruh pengurus berkomitmen agar pada tahun 2023 nanti atau tahun depan modal inti sudah mencapai Rp 3 triliun.
Untuk diketahui, pemegang saham sangat serius memajukan Bank NTT yang adalah kebanggaan masyarakat NTT, dengan menghadirkan agenda khusus mengenai penyertaan modal dalam agenda RUPS TB 2021 maupun RUPS LB tahun 2022.
Bahkan di RUPS LB tahun 2022, mereka membahas peningkatan modal inti minimum Rp 3 triliun sampai dengan tahun 2024. (humas bank ntt)







