LABUAN BAJO kabarntt.id–Berbagai langkah persiapan menuju proses menjadi Bank Devisa terus dilakukan PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) saat ini.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengatakan secara perolehan Bank NTT harus mempersiapkan proses-proses untuk menjadi bank devisa.
Saat pihaknya, kata Alex, hanya menunggu satu semester asesmen tingkat kesehatan bank untuk menjadi hal yang esensial dalam proses persetujuan administrasi pengajuan bank devisa.
“Berbagai persiapan saat ini di antaranya; pemenuhan modal inti minimum, penguatan SDM, pembenahan IT dan SOP, efisiensi, pengembangan SDM, ekspansi termasuk feasibility study, konsultan dan infrastruktur lainya terus dilakukan pembenahan,” ujar Alex kepada media usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (17/3/2022), di Labuan Bajo.
Persiapan tersebut sedang dilakukan untuk memastikan kurun waktu 2023, proses menjadi bank devisa dapat berjalan dengan baik.
“Tentu untuk mencapai ini semua perlu dukungan semua pihak, sehingga apa yang menjadi harapan dan kebutuhan dalam proses intermediasi semua kebutuhan ekonomi dan layanan kebutuhan devisa bisa dilayani dengan baik,” lanjut Alex.
Alex sangat bersyukur dengan peningkatan setoran modal yang dilakukan pemegang saham saat ini, akan memberikan akselerasi proses bisnis yang memadai.
Karena itu Alex menyampaikan apresiasi kepada seluruh (14) pemegang saham, karena awal tahun buku 2022 telah menyetor modal sebesar Rp100 miliar lebih.
Tentu ini menjadi kebanggaan bagi pihaknya. Apalagi Alex mengakui hal tersebut baru pertama kali terjadi dalam sejarah Bank NTT.
Pencapaian tersebut, menurutnya, akan memberikan dampak dan optimisme yang kuat terhadap kinerja Bank NTT. Dengan penyertaan modal yang cepat, akan memberikan ruang gerak yang lebih efisien agar fungsi intermediasi bank bisa berjalan.
Selain itu Alex juga melaporkan pencapaian laba Bank NTT saat ini sangat luar biasa. Dalam kurun waktu 77 hari di tahun 2022, laba Bank NTT tercatat sudah mencapai Rp 100 miliar.
“Ini pertumbuhan yang sangat luar biasa. Saya yakin ini karena dukungan dari berbagai pihak dan komitmen Bank NTT sendiri untuk terus melakukan perbaikan,” ucapnya.
Alex juga menyampaikan beberapa hasil pembahasan dalam RUPS hari itu. Di antaranya bagaimana fungsi intermediasi dan kontribusi Bank NT bagi pembagunan ekonomi secara fundamental.
Pemerintah dan pihak bank menyetujui bagaimana memanfaatkan potensi unggulan ekonomi daerah berbasis UMKM secara berkelanjutan.
“Bagaimana memperluas jaringan pasar agar memastikan pertumbuhan UMKM benar-benar memberikan nilai tambah, baik bagi masyarakat, daerah dan roda penggerak ekonomi di NTT,” lanjutnya.
Kesepakatan lainnya, terang Alex, pemanfaatan penanganan laba dalam rangka memperkuat modal inti menjadi Rp 3 triliun, dari laba bersih sebesar 228 miliar. Dari laba tersebut, 50% dibukukan sebagai dividen dan 50% sebagai tambahan modal inti minimum. (obe)







