Minyak Goreng Langka di Sumba Barat, DPRD Akan Pantau

david beko1

WAIKABUBAK kabarntt.id—Kelangkaan minyak goreng bukan hanya terjadi di Kota Kupang dan Sumba Timur. Kelangkaan minyak goreng juga terjadi Jabupaten Sumba Barat.

Pantauan media ini di beberapa toko di Waikabubak, Jumat (25/3/2022),  para pemilik toko mengakui jika kelangkaan minyak goreng tersebut sudah terjadi satu bulan lalu. Sejauh ini tidak ada stok di gudang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Manager Toko Sango Ate, yang tidak mau namanya disebutkan menjelaskan, hanya ada minyak goreng kemasan setengah liter yang tersedia, namun juga tidak banyak.

“Minyak goreng kemasan satu dan dua liter tidak ada. Sudah sebulan ini tidak ada kiriman, stok juga tidak ada di Gudang. Kami hanya punya stok yang setengah liter namun juga tidak banyak,” tegasnya.

Sama juga di Toko Dessa Dobba dan Toko Harapan Kita. Di dua toko ini tidak ada stok sama sekali. Sudah hampir sebulan juga mereka tidak menjual minyak goreng karena tidak ada stok di Kota Waikabubak.

Ketua Komisi B DPRD Sumba Barat, David Beko, yang dihubungi melalui panggilan telepon, Jumat (25/3/2022), terkait kelangkaan minyak goreng di Waikabubak, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat dengan Komisi B dan akan memanggil dinas terkait yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Setelah itu akan langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan.

“Senin kami akan lakukan rapat internal dengan Komisi B. Setelah itu kami RDP dengan mitra, jika memang dari informasi terjadi kelangkaan, maka kami akan segera melakukan pemantauan kepada distributor minyak goreng yang ada di Waikabubak. Ini juga memang untuk mengantisipasi peninbunan minyak goreng di lapangan,” kata David Beko.

Menurut  wakil rakyat dari Fraksi Golkar itu, kelangkaan minyak goreng terjadi secara nasional dan sudah barang tentu akan terjadi kelangkaan.

“Namun juga kita perlu melakukan antisipasi dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan,” kata David. (np)

Pos terkait