Langka, Harga Beras di Waingapu Tembus Rp 15 Ribu/Kg

ayub tay paranda8
Ayub Tay Paranda, Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur

WAINGAPU kabarntt.id—Harga bahan pokok di Kota Waingapu. Sumba Timur meresahkan masyarakat. Dari awal tahun harga sudah merangkak naik.  Yang lebih parah lagi  sepekan ini harga beras di pasar tradisional tembus Rp 15.000/kg.

Kondisi ini sangat meresahkan warga. Mereka khawatir stok beras habis dan jadi ancaman serius. Kondisi ini turut dipicu serangan belalang beberapa tahun terakhir yang menghabiskan tanaman pertanian warga. Tak ayal, warga tidak bisa mengolah lahan pertanian terkendala serangan belalang yang sulit diatasi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur,  Ayub Tay Paranda, Selasa (24/1/2023), menyampaikan kelangkaan beras di Sumba Timur mengakibatkan harga beras cukup tinggi di pasar. Akibatnya warga sangat resah. Keresahan masyarakat memuncak karena masyarakat tidak bisa memanfaatkan lahan pertanian dengan tanaman-tanaman cadangan maupun tanaman pokok seperti padi dan jagung karena hama belalang.

“Benar infonya kalau harga beras melambung tinggi di pasar. Ini karena kelangkaan stok beras sepekan ini. Kami berencana akan panggil pemerintah untuk memantau persoalan ini dan berapa banyak stok beras cadangan pemerintah di bulog,” kata Ayub.

Ketika ditanya, berapa ton beras cadangan pemerintah yang ada di bulog untuk cadangan pangan, kader Partai Golkar ini mengungkapkan jika pihaknya belum mendapatkan info terkait stok beras tersebut.

“Belum dapat info, apakah di bulog ada cadangan beras pemerintah atau tidak. Kami baru akan panggil pemerintah untuk itu,” ungkapnya. (np)

Pos terkait