LARANTUKA kabarntt.id—Di tengah kenaikan harga beras di pasaran, Perum Bulog Kantor Cabang Larantuka sesuai fungsinya ditugaskan untuk membantu masyarakat, bukan hanya menyimpan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), namun juga melakukan operasi pasar.
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/2/2023), Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Larantuka, David Donny, menjelaskan saat ini Perum Bulog Kancab Larantuka ditugasi pemerintah untuk melakukan penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam.
“Juga operasi pasar, Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP). Penugasannya sudah kami lakukan dari awal Januari hingga akhir penugasannya 31 Desember 2023,” kata Donny.
Donny mencontohkan operasi pasar yang dilakukan adalah menjual lewat mitra Rumah Pangan Kita (RPK).
“Mereka bisa mendapatkan harga beras Rp 9.000/kg, namun saat ini kami masih membatasi dengan menjual maksimal 25 kg/orang. Kami Perum Bulog Kancab Larantuka sudah memegang izin penerimaan movenas. Itu beras impor dari Thailand dan Vietnam dikirim dari Perum Bulog Kanwil Jawa Timur dari gudang Surabaya sebanyak 750 ton,” jelas Donny.
Beras sebanyak 750 ton itu, jelas Donny, dijatahkan 450 ton untuk Gudang Larantuka dan 300 ton untuk Gudang Lewoleba.
“Saat ini beras dalam perjalanan, sekitar tanggal 15 bisa sampai di sini. Dan kami akan segera melakukan operasi pasar. Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perdagangan untuk penentuan lokasinya, mungkin dintentukan oleh Pemkab,” jelas Donny.
Meski begitu, kata Donny, saat ini Perum Bulog Kancab Larantuka tetap melayani penjualan di depan kantor melalui mitra RPK.
“Tujuannya hanya satu, membantu masyarakat karena saat ini kita ketahui bahwa beras di pasaran lagi mengalami kenaikan yang cukup drastis. (abh)







