LARANTUKA KABAR NTT.CO—- Kondisi masyarakat yang kian kesulitan akibat harga beras naik, operasi pasar yang dilakukan Pemerintah menjadi harapan terakhir pun pupus akibat keputusan Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang mengubah jadwal operasi pasar secara mendadak.
Dalam pantauan kabarntt.id, Selasa (21/2/2023), pagi d i Kantor Kecamatan Ile Mandiri yang berlokasi di Desa Riangkemie terjadi antrean panjang dari masyarakat tujuh desa. Mereka datang dengan harapan membawa pulang beras murah bantuan pemda yang bekerja sama dengan Bulog setempat.
Tak dinyana harapan itu pupus karena ada perubahan jadwal secara mendadak oleh pemerintah. Sontak saja warga kecewa dan resah. Karena wilayah Kecamatan Ile Mandiri yang cukup luas mencakup tujuh desa, membuat masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp 40 ribu untuk transportasi ke lokasi Kantor kecamatan hanya untuk mendapatkan beras 10 kg per orang tersebut.
Menurut pengakuan beberapa warga, ada beberapa desa yang pada malam harinya sudah diumumkan jadwal melalui kantor desa untuk ke lokasi pasar murah. Sesuai informasi itu masyarakat beramai-ramai menuju lokasi operasi pasar murah tersebut.
Maria Kuna, salah seorang warga mengeluhkan kejadian ini. ‘Dengan kenaikan harga beras ini kami sangat kesulitan, jadi kami memilih untuk datang ke operasi pasar murah ini. Tapi datang tidak jadi, ini kami kecewa juga karena kami jauh dari Desa Wailolong. Kalau di pasar masih per kilo 13 ribu sampai empat belas ribu, maka kami memilih datang ke sini. Karena per kilo di pasar murah ini sekitar 9.500. Harapan kami semoga hari Jumad jangan ditunda lagi,” kata Maria dengan penuh kecewa.
Sesuai jadwal yang diubah operasi pasar akan dilaksanakan pada hari Jumad mendatang.
Dikonfirmasi melalui Whats App Kepala Dinas Perdagangan Flotim, Sipri Ritan, membenarkan perubahan jadwal tersebut.
“Iya perubahan jadwal itu sudah dijapri kepada WA grup pasar murah seluruh camat. Terima kasih,” kata Sipri. (abh)







