KEFAMENANU kabarntt.id—Bertani menjadi pilihan terbaik dua anggota polisi asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dengan mengambil lokus di Km 6 wilayah Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, dua anggota polisi ini patut jadi contoh.
Adalah Aipda Yanto Mamo dan Bripka Robert Derosasi, dua anggota polisi TTU yang sedang berjibaku membagun kebun multi tanam Tokonunapa Kefamenanu. Keduanya bekerja keras dan membangun kerja sama dengan masyarakat sekitar di beberapa wilayah tanam.
Kebun seluas kurang lebih dua hektar itu disulap jadi lahan hijau bermartabat penuh guna dengan tanaman bumbu seperti serai, langkuas, kunyit hitam, dan beberapa tanaman hasil bumi andalan seperti lombok, tomat, dan kacang kacangan.
Lahan kebun ini sudah dibuka dua bulan lalu dengan dana pribadi dua polisi itu.
Aipda Yanto saat diwawancarai media di Tokonunapa menyatakan bahwa kerja sama bertani di kebun merupakan kerja sama tani yang dibuat karena melihat peluang bisnis pertanian di Kelurahan Maubeli dan Sasi yang merupakan kelurahan yang dihidupi petani potensial.
“Alangkah baiknya kami hadir saling mendukung untuk pertanian wilayah kota untuk menjadi salah satu sumber penghasilan yang menghidupkan,” kata Yanto.
Bripka Robert Derosari menambahkan, keberadaan kebun itu bukan soal jumlah lahan yang harus dimaksimalkan tapi bagaimana lahan itu diberikan makna.
“Dan sebagai polisi kami diberikan tugas mulia untuk bisa berbagi dengan siapa saja dan kerja apa saja untuk membangun hidup kerja yang berdaya guna,” tutur Robert.
Kebun Tokonunapa menjadi salah satu inspirasi kerja sama anggota polisi dan masyarakat yang terbangun apik.
Menjadi polisi yang bertani mungkin bukan keharusan. Tetapi ketika polisi bertani, petani pasti menjadi sesuatu yang terbaik.
Dua anggota polisi ini menargetkan kolaborasi yang terbangun dengan warga petani setempat menjadi inspirasi buat warga untuk memanfaatkan setiap lahan agar memberi banyak guna. (ris)







