Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 5:17-26
Mazmur Tanggapan Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9
Ref: “Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan”
Injil Yohanes 3:16-21
“Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNYA yang tunggal…”
Yoh 3:16
(Sic enim Deus dilexit mundum, ut Filium suum unigenitum daret..)
Kawan ku…
Sudah jelas bahwa penggerak demi keberadaan dan ziarah hidup kita adalah Kasih.
Yesus, Anak tunggal Allah diutus Bapa ke dunia dalam semangat kasih. Kasih yang:
-mencari
-menyembuhkan
-mengampuni
-meneguhkan
-membebaskan
-membawa harapan
-menyelamatkan..
Dan Kasih itu tak pernah:
-mengasingkan
-merendahkan
-menghukum
-mengabaikan
-memfitnah
-membenci
Kawan ku…
Kita semua menjadi ‘hidup dan berkembang dalam hidup kerena Kasih.’
Maka, dalam diri kita selalu bergema suara panggilan Kasih.
Karenanya pula,
Kawan ku…
Tak hanya mengalami Kasih dari Tuhan, tak cuma menerima Kasih dan kebaikan dari sesama, kita berdua dipanggil untuk ciptakan aura Kasih, untuk ungkapkan tindakan Kasih itu. Walau dalam cara-cata kecil dan sederhana.
Kawan ku….
Kita adalah ‘anak-anak Kasih yang mengasihi. Dan kita melakukan semuanya dalam Kasih..’
Kalimat bijak itu ingatkan, ‘Saat kau menghina, melukai, menekan, merendahkan orang lain, iya di saat kau berperangai, bersikap dan bertindak anti kasih, di saat itulah jembatanmu menuju kekudusan pribadi menjadi ambruk…
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin. Alleluia…







