Panggilan akan tanggung jawab dan akan kemanusiaan saja yang mendorong tim Gugus Tugas Covid-19 berkantor setiap hari, ketika semua ASN yang lain work from home.
Hasilnya luar biasa. Ketika pada beberapa bulan pertama provinsi lain sudah terpapar dan masuk zona merah, NTT tetap mempertahankan zona hijau. Bersih dari Covid-19. Hingga akhir Maret NTT masih bebas Covid-19. Kasus pertama terjadi awal April 2020, ketika pasien 01 dinyatakan positif. Tim Gugus Tugas Covid-19 cepat. Pasien 01 dirawat di rumah sakit. Sekitar tiga minggu kemudian diuji sampel swabnya. Hasilnya negatif. Sembuh.
Untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, pemerintah juga gesit. Menyiapkan skema bantuan untuk masyarakat. Entah itu dari dana desa, juga dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).
Di provinsi, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, bertindak tegas dan cepat. Dana-dana pemerintah di dinas-dinas teknis dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan terutama untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
Kepada masyarakat NTT, Gubernur VBL meminta tetap mengikuti protokol kesehatan. “Tetapi juga jangan terlalu cemas juga. Kalau cemas dan takut, imun tubuh berkurang. Kita mesti tetap bekerja keras untuk menata kehidupan ke depan,” kata VBL pada suatu kesempatan konferensi pers awal April 2020.
Sikap dan langkah VBL seperti ini mendapat sambutan dan apresiasi luas. Tidak hanya di tanah air, tetapi juga di luar negeri. Dari luar negeri Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono, terang-tenganan memuji berbagai cara yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi NTT yang dipimpin Gubernur NTT,







