
“Kegiatan Business Matching menghasilkan kesepakatan antara pelaku UMKM dan offtaker dalam jual beli produk UMKM yang tertuang dalam PKS antara UMKM Binaan Bank NTT dengan offtaker. Bahkan yang membanggakan dari serangkaian kegiatan pameran UMKM di Desa Otan adalah transaksi penjualannya mencapai Rp 109.062.000,” demikian keterangan tertulis panitia.
Keseriusannya untuk mensuplai apa yang dibutuhkan offtaker dalam jangka waktu dan nilai yang sudah disepakati dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan. 27 UMKM yang siap bekerja sama, dan yang diundang untuk mewakili mereka dalam seremoni penandatanganan adalah 2 UMKM. Sedangkan 25 offtaker siap bekerja sama dan yang hadir adalah 14.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT, Joseph Nae Soi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Robert Sianipar, GM PT Pelindo III, Agus M. Nazar, GM PT PLN Persero Wilayah NTT, serta sejumlah bupati dan Sekda se-NTT menyaksikan penandatangan tersebut.
“Saya ingin memastikan apakah para pelaku UMKM ini sudah tercover semuanya dalam aplikasi atau belum. Mereka harus masuk agar lebih mudah dalam memasarkan produk mereka, seperti desain besar kita, bahwa ada konektivitas antara sektor produksi dengan pasar,” tegas Viktor saat berkunjung ke stand Bumdes Poco Nembu.
Sementara itu, pada puncak acara diserahkan kredit merdeka untuk 15 debitur yang seluruhnya berdomisili di Pulau Semau dengan masing–masing nominal Rp 5.000.000 dengan total pembiayan Rp 75.000.000. Mereka adalah petani rumput laut, petani bawang, dan perdagangan. Skim kredit Merdeka kini adalah jenis kredit yang disalurkan kepada UMKM yang sedang bertumbuh, dengan sejumlah keistimewaan yang dihadirkan oleh Bank NTT yakni tanpa bunga, tanpa agunan dan memutus mata rantai rentenir.
Sementara Ketua Panitia TPAKD NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dalam pernyataannya menegaskan bahwa ini adalah kegiatan bersama sejumlah instansi di antaranya Pemprov NTT, OJK, BI, Pemkab Kupang dan sejumlah pihak. Bank NTT menangani beberapa item kegiatan. Seperti capacity building, bhakti sosial, literasi keuangan digital hingga puncak kegiatan yakni pelantikan dan kegiatan pendukung lainnya sudah dilaksanakan dengan mentaati protokol kesehatan secara ketat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak atas kontribusinya secara nyata mendukung percepatan akses keuangan di NTT. Seluruh kegiatan pendukung sukses terlaksana sesuai rencana yang tentu mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. Ada pembatasan dalam kepesertaan dan juga undangan pun dibatasi,” tegas Alex.
“Semua undangan wajib dites antigen yang difasilitasi panitia dan lengkap dari dari sisi perizinan,”serunya. (advertorial/np)







