KEFAMENANU KABARNTT.ID — Sebanyak 15 hektare lahan milik Kelompok Tani Dewasa Lorosae di Desa Keun, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, kini disiapkan untuk pengembangan tanaman jambu mete.
Persiapan lahan tersebut mendapat pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten TTU melalui kegiatan penyuluhan sekaligus pemeriksaan lahan pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan dilakukan PPL Desa Keun, Melania Leu Manikin, S.P. Kelompok Tani Dewasa Lorosae beranggotakan 20 orang dengan luas lahan yang disiapkan untuk pengembangan jambu mete mencapai 15 hektare.
Melania menjelaskan, persiapan lahan untuk tanaman jambu mete perlu dilakukan secara baik dan benar melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilihan lokasi, pembersihan lahan, pengaturan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, hingga pembuatan teras dan drainase.
Menurutnya, lokasi yang sesuai untuk tanaman jambu mete memiliki suhu sekitar 20-35 derajat Celsius, curah hujan 800-2.000 milimeter per tahun, serta berada pada ketinggian 0-700 meter di atas permukaan laut.
Selain itu, tanah harus gembur dengan tingkat keasaman (pH) 5-6,5. Lokasi juga sebaiknya dekat dengan sumber air, tetapi tidak berada di kawasan yang rawan banjir.
Kemiringan lahan maksimal 30 persen, sedangkan lahan yang lebih miring perlu dibuat teras.
Tahap berikutnya adalah pembersihan lahan dengan membabat semak, rumput dan sisa kayu. Pohon besar yang menghalangi masuknya sinar matahari juga perlu ditebang.
Kayu dan ranting yang telah dibersihkan dapat dimanfaatkan sebagai ajir, sedangkan akar berukuran besar perlu dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.







