“Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan, yakni sekitar November hingga Desember,” jelasnya.
Melania menambahkan, persiapan lahan dan pembuatan lubang tanam memberikan sejumlah manfaat bagi tanah, tanaman maupun petani.
Menurutnya, pengolahan lubang tanam dapat membantu menggemburkan tanah sehingga akar tanaman muda dapat tumbuh lebih baik. Lubang yang dibiarkan terbuka selama beberapa minggu juga membantu mengurangi potensi hama dan penyakit yang berada di dalam tanah melalui paparan sinar matahari.
Lubang tanam yang telah dicampur dengan pupuk kandang juga dapat membantu menyediakan air dan udara bagi tanaman, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi antara musim hujan dan kemarau.
Bagi tanaman, lubang tanam yang dipersiapkan dengan baik dapat mendukung pertumbuhan akar yang kuat dan mengurangi risiko tanaman roboh akibat angin. Pemupukan juga diharapkan menjadi lebih efektif karena unsur hara berada lebih dekat dengan zona perakaran.
Sementara bagi petani, pengaturan jarak dan posisi tanaman yang teratur akan memudahkan proses pemeliharaan, pemupukan susulan hingga kegiatan panen.
Kegiatan persiapan lahan tanaman jambu mete di Kelompok Tani Dewasa Lorosae tersebut menggunakan metode pengolahan lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 sentimeter untuk setiap lubang tanam. (Siu)







