KOTA KUPANG kabarntt.id—Warga RT 020, RT 33 dan RW 08 Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang mengeluhkan dana seroja bantuan pemerintah pusat yang belum kunjung cair. Padahal mereka sangat membutuhkan dana itu untuk perbaikan rumah.
Keluhan ini disampaikan warga setempat kepada anggota DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, yang melakukan reses, Kamis (24/2/2022) malam.
Warga setempat juga sangat membutuhkan tiang lampun jalan dan kartu BPJS Kesehatan untuk pengobatan.
Tokoh masyarakat RT 020, Simon Tampanu, mewakili warga RT 020, meminta Pemerintah Kota Kupang juga memperhatikan warga RT 020 yang sangat memerlukan tiang lampu jalan, sehingga Kawasan mereka juga terang sama seperti warga lainnya di Kota Kupang.
“Kami di RT 020 sangat gelap karena tidak ada tiang lampu jalan. Kami juga diperhatikanlah. Kami mohon Bapa Yos Dogon agar menerima keluhan kami ini agar diperjuangkan,” pinta Simon.
Sementara Ketua RT 33, Timotius Lutu, mengatakan, jalan dari SMA 7 sudah disepakati agar dihotmix melalui kelurahan, namun mungkin karena Covid-19 sehingga ditunda.
“Kami minta agar didorong agar segera direalisasikan sehingga akses jalan juga bisa lancar,” kata Timotius.
Timotius mengatakan, kartu BPJS Kesehatan sampai saat ini juga belum diserahkan sehingga warga dapat berobat dengan kartu tersebut. “Tahun 2021 RT 33 mendapat jatah 53 warga, namun sampai saat ini kartunya belum diserahkan sehingga kami sangat berharap agar segera diserahkan karena warga sangat membutuhkan kartu BPJS tersebut untuk pengobatan,” kata Timotius.
Sedangkan Ketua RW 08, Ris Klau, mempertanyakan dana seroja yang sampai dengan saat ini belum dicairkan, padahal dana dari pusat sudah ada di rekening BPBD Kota Kupang.
“Dana seroja sampai saat ini belum dicairkan dan saya minta agar DPRD juga mendorong agar BPBD segera mencairkan dana seroja ini. Kasian masyarakat yang terdampak seroja, mereka juga ingin memperbaiki bangunan yang rusak akibat seroja dan juga kebutuhan lainnya. Jadi tolong diprioritaskan,” serunya.
Merespon aspirasi warga, Jemari Yoseph Dogon sangat mengapresi 3 RT di Kelurahan Maulafa yang sangat merindukan sosok DPRD Kota Kupang yang mau mengunjugi kelurahan tersebut.
Kepada warga setempat, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang ini menegaskan DPRD hadir untuk masyarakat Kota Kupang, khususnya Kelurahan Maulafa.
“Kemarin ketemu Pak Viktor di gereja, ia minta agar saya berkunjung ke 3 RT di sini. Karena menurut mereka belum pernah ada anggota DPRD Kota Kupang yang datang di sini, sehingga saya datang dan berkunjung di sini. Semoga semua keluhan bapak, ibu di sini segera direalisasikan dan saya akan minta di dinas terkait agar segera direalisasikan,” tegas Dogon.
Untuk tiang listrik, kata Dogon, pihaknya minta agar warga mempersiapkan titik tiang, sehingga jika dari dinas terkait datang sudah ada titik yang sudah disepakati warga.
“Saya tidak bisa janji kapan tiangnya dipasang, nanti dibilang bohong kalau tidak segera dipasang. Namun mari kita sama-sama perjuangkan,” imbuhnya.
Untuk dana seroja, Dogon mengungkapkan jika masalah ini menjadi masalah serius di Kota Kupang. Pihaknya akan mengkomunukasikan ini lintas DPRD agar mengetahui masalahnya ada dimana, sehingga sampai hari ini belum juga dicairkan, padahal dananya sudah ada di rekening BPBD Kota Kupang.
Sedangkan untuk masalah Kartu BPJS Kesehatan, Dogon langsung membawa serta dalam reses Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Kupang, Ardu Nale. Ardu menjelaskan jika Kartu BPJS Kesehatan akan diterbitkan sekaligus dengan warga lainnya, sehingga jika kartunya sudah diterbitkan akan langsung diserahkan.
Sementara untuk jalan rusak di 3 RT di Kelurahan Maulafa, Dogon meminta jika bisa dilakukan gotong-royong, pihaknya akan membantu dengan bantuan semen dengan yang lainnya untuk memperlancar perbaikan jalan rusak tersebut.
“Kita harus hidupkan gotong royong. Jadi jalan rusak yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan dulu, saya siap akan membantu,” serunya.
Kegiatan reses tersebut tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. (np)







