Ketiga, aparat keamanan, TNI-Polri, Satpol PP melakukan pemantauan dan turut aktif memberikan pelatihan di sekolah terkait pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru itu.
“Sekolah juga harus menyiapkan sarana prasarana pendukung seperti pengaturan daya tampung sekolah, pengaturan bergilir anak tatap muka dengan guru, kebersihan lingkungan, kenakan masker, siapkan air dan sabun untuk cuci tangan, pengaturan jaga jarak dan tidak boleh berkumpul,” jelas Bupati SBS.
Bupati SBS meminta kerja sama yang baik antara pihak sekolah, guru dan murid serta orang tua dibantu pemerintah supaya dunia pendidikan berjalan sesuai harapan.
”Kalau latihan sudah mantap baru dibuka. Tempat ibadah saja setiap minggu hanya satu kali bertemu tetapi kita sangat hati-hati untuk membuka. Apalagi sekolah setiap minggu 6 hari ada pertemuan rutin di sekolah,” kata Bupati SBS mengingatkan. (abr)







