Pengembangan kedelai di Kabupaten Manggarai ini merupakan kegiatan utama dari Program Ketersediaan Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Kementerian Pertanian RI.
Bupati Hery Nabit dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Kelompok Petani Milenial Mayorka di Dusun Kawak, Desa Lenda dan Desa Bere, yang merespon gerakan tanam kedelai. Apalagi penanaman kedelai saat ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di tengah isu krisis pangan dunia.
“Pada hari ini kita bersama-sama di Dusun Kawak, Desa Lenda melaksanakan kegiatan pencanangan tanam simbolis kedelai tingkat Kabupaten Manggarai. Saya senang karena Kelompok Petani Milenial Mayorka di Dusun Kawak ini merespon kegiatan ini dengan baik. Penanaman kedelai ini merupakan salah satu instruksi Presiden Jokowi melalui Kementerian Pertanian (Kementan),” jelasnya.
Pemerintah, jelas Bupati Hery Nabit, terus melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menanam bibit varietas yang lebih unggul.
Kabupaten Manggarai, katanya, merupakan salah satu daerah sentra kedelai di Provinsi NTT. Dan pada tahun 2022 ini mendapat alokasi kegiatan pengembangan kedelai sebesar 100 ha yang telah ditanam dan dipanen di Desa Kajong, Reok Barat.
“Manggarai sebagai salah satu daerah sentra kedelai di NTT. Pada tahun 2022 ini kita mendapat alokasi pengembangan kedelai sebesar 100 ha di Desa Kajong. Dan hasil dari Desa Kajong tersebut benihnya kita tanam hari ini. Benih dari Desa Kajong tersebut salah satu benih unggul dengan kualitas baik,” jelasnya.







