Dari total 100 ha tersebut, jelas Bupati Hery Nabit, total hasil benih kedelai bersertifikat yang diperoleh sebesar 50 ton yang digunakan untuk kegiatan pengembangan kedelai di NTT. “Kita patut berbangga bahwa Manggarai telah mampu menghasilkan benih kedelai sendiri untuk pemenuhan kebutuhan pengembangan kedelai di Kabupaten Manggarai,” papar Bupati Hery Nabit seraya mendapat tepuk tangan dari seluruh warga yang hadir.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pertanian Manggarai, Micha Octovianus Dima, dalam laporannya mengatakan saat ini Pemda Manggarai telah mengembangkan pencanangan tanam kedelai di lima kecamatan, yakni Kecamatan Reok Barat, Satar Mese Barat, Satar Mese, Kecamatan Cibal Barat dan Kecamatan Reok.
Penanaman kedelai ini, jelas Micha, untuk mendukung pencapaian swasembada kedelai dan tercapainya sasaran produksi serta meningkatkan kesejahteraan petani. Kebijakan Kementan RI dalam pemenuhan kebutuhan komoditas AKABI khusus kedelai dalam negeri adalah dengan melakukan percepatan peningkatan produksi sebagai upaya pencapaian swasembada kedelai.
Micha menambahkan, sumber benih untuk tanam perdana kedelai di Kecamatan Cibal Barat, berasal dari Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, dengan varietas anjasmoro. (ias)







