KEFAMENANU KABARNTT.ID – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA, melakukan panen simbolis tanaman melon di kebun percontohan Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Senin (15/9/2025) sore.
Kegiatan yang digelar pukul 17.30 WITA tersebut turut dihadiri perwakilan OPD lingkup Pemkab TTU, unsur TNI/Polri, Direktur Utama PDAM Tirta Cendana Wangi Kefamenanu, Kepala Desa Bitefa beserta jajaran, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati TTU menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas inisiatif Pemerintah Desa Bitefa yang mengembangkan komoditas melon melalui kebun percontohan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan buah dalam jumlah besar.
“Komoditas inilah yang saat ini dibutuhkan. Kalau percontohan ini bisa diikuti desa-desa lain, maka kita tidak perlu membeli dari kabupaten lain. Saya harap masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam komoditas produktif seperti melon,” ujar Bupati TTU.
Bupati menambahkan, kebutuhan komoditas lokal akan semakin meningkat seiring beroperasinya seluruh dapur MBG di TTU. Saat ini, baru tujuh dapur yang berjalan dari total 40 titik yang direncanakan. Ia juga mendorong masyarakat mengembangkan potensi lain seperti ayam petelur yang memiliki prospek pasar menjanjikan.

Kepala Desa Bitefa, Wilson Naihati, menjelaskan kebun melon tersebut dikelola Karang Taruna Desa dengan modal awal Rp25 juta dari pemerintah desa sejak 2024. “Panen perdana tahun lalu cukup berhasil sehingga tahun ini kami kelola kembali tanpa tambahan modal. Bahkan ditambah dengan 2.000 pohon tomat. Untuk melon ada 1.000 tanaman, dan yang tumbuh baik adalah jenis rock melon,” jelas Wilson.
Ia menyebut peminat melon asal Bitefa tidak hanya datang dari TTU, tetapi juga Kota Kupang, baik tengkulak maupun pembeli langsung di kebun. Menurutnya, pengembangan buah-buahan di desanya sangat relevan dengan program MBG sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan desa.
“Kami terus mendorong masyarakat agar bisa mengolah lahan tidur menjadi produktif. Saat ini sudah ada yang menanam lombok, dan kami siap memfasilitasi kebutuhan seperti pemboran air dan perpipaan agar usaha pertanian masyarakat bisa berkembang,” tutup Wilson. (Siu)







