Bupati TTU Pilih Realistis, Demi Kemajuan Daerah:Lebih Baik Diakui Tertinggal, Daripada Pura-pura Maju

IMG 20250428 135620

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, M.A., mengambil langkah berani dengan memperjuangkan status TTU kembali masuk sebagai daerah tertinggal.

Menurutnya, langkah ini adalah bentuk kejujuran terhadap kondisi daerah yang sesungguhnya, sekaligus upaya strategis untuk membuka akses lebih besar terhadap bantuan pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam keterangannya, Bupati yang akrab disapa Falen ini menegaskan bahwa mempertahankan status “daerah maju” justru menjadi penghambat bagi percepatan pembangunan di TTU. Dengan pengakuan realistis sebagai daerah tertinggal, berbagai program dan intervensi dari pemerintah pusat bisa kembali mengalir untuk memperbaiki sektor-sektor krusial.

“Proposal kita sudah berproses. Kita harus realistis. Menjadi daerah maju tapi tidak mendapat fasilitas apapun dari pusat tidak menguntungkan kita. Sebaliknya, sebagai daerah tertinggal, ada kewajiban pusat untuk ikut membantu,” ujar Bupati Falen.

Ia membeberkan sejumlah indikator yang memperkuat langkah tersebut. Di antaranya, perputaran ekonomi TTU yang masih di bawah 3 persen, jauh dari standar daerah maju yang seharusnya di atas 10 persen. Selain itu, angka kemiskinan di TTU masih di atas 20,89 persen, mencerminkan tantangan berat yang dihadapi masyarakat.

“Kalau kita mau jujur, kita memang masih tertinggal. Stunting kita tinggi, kemiskinan kita tinggi, perputaran ekonomi rendah. Jadi mengapa harus bertahan dalam status yang tidak sesuai realita?,” tandasnya.

Pos terkait