DBD Renggut Nyawa Dokter di Sumba Timur, Pemda Kaji Status KLB

krist praing4

WAINGAPU kabarntt.id—Ganasnya demam berdarah dengue (DBD) sampai merenggut nyawa dr. Agnes Kristie Supangkat yang bertugas di Sumba Timur. Menyusul kematian dr. Agnes, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengkaji status kejadian luar biasa (KLB) untuk Sumba Timur.

Jenazah dr. Agnes sudah dipulangkan ke keluarganya di Jakarta. Secara keseluruhan kasus DBD di Sumba Timur sudah mencapai  60 kasus dengan 2 kasus meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dengan begitu Pemerintah Sumba Timur segera mengkaji serta menetapkan status KLB untuk DBD di Sumba Timur.

Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing, melalui panggilan telepon, Kamis (3/2/2022), menjelaskan terkait status KLB pihaknya masih melakukan banyak kajian karena ini sudah ada dalam aturan dan ada kajiannya jika ditetapkan statusnya menjadi KLB.

“Status KLB ada pedomannya di Permenkes dan juga melalui tahapan dan kajian baru kita tetapkan status KLB.  Dan saya sudah minta dinas teknis untuk mengkaji secara benar, sehingga kita bisa menentukan sikap, apakah kita akan menaikkan statusnya atau tidak, karena akan ada konsekuensinya. Juga secara psikologi kita juga tidak boleh membuat ketakutan dan keresahan masyarakat. Namun tindakan-tindakan terukur terus kita lakukan dengan memastikan tenaga kesehatan sudah melakukan penanganan di lapangan,” jelas Praing.

Menurut Praing, kasus DBD di tahun 2018 menjadi kejadian yang cukup berat, karena ada 19 kasus meninggal.  Kasusnya juga  cukup banyak sehingga statusnya naik menjadi KLB.

“Tahun 2018 ada 19 balita yang meninggal karena DBD, sehingga kita berharap agar tidak akan terjadi lagi. Yang kita lakukan sekarang adalah tindakan-tindakan yang terukur dan tim lapangan segera melakukan foging. Saya juga sudah perintahkan camat dan kepala desa untuk segera melakukan kebersihan lingkungan dengan 3M. Semua tim kesehatan siap siaga dengan sosialisasi kepada masyarakat agar segera melaporkan jika ada tanda-tanda DBD di mana pun dan segera ditangani dengan baik,” beber Praing. (np)

Pos terkait