Omicron Masuk Sumba Timur, Pemerintah Pantau Penyebarannya

krist praing

WAINGAPU kabarntt.id—Kasus Covid-19 di Sumba Timur sudah mulai menurun. Meskipun begitu Pemda Sumba Timur tetap waspada dan tetap melakukan tresing setiap saat untuk mendeteksi kasus Covid-19 di tengah masyarakat.

Tresing ini penting terutama karena varian baru omicron sudah terdeteksi di Sumba Timur beberapa waktu lalu setelah 19 sampel dinyatakan positif omicron.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing, Kamis (3/2/2022), lewat panggilan teleponnya membenarkan sampel yang dikirim ke Jakarta untuk memastikan varian baru tersebut hasilnya sudah diterima.  Dari 29 sampel yang dikirim ada 19 sampel yang positif omicron.

“Untuk memastikan apakah omicron sudah menyebar di Sumba Timur, kami kirim 29 sampel ke Jakarta, dan hasil terkonfirmasi bahwa ada 19 sampel terdeteksi omicron. Kita tahu omicron tingkat penularannya sangat cepat dan kita tidak bisa hindari itu. Namun hari ini tingkat penurunannya juga cukup baik, sehingga benar apa yang disampaikan oleh tim medis bahwa memang tingkat penyebaran omicron sangat cepat dan juga dampaknya tidak terlalu negatif sehingga kita tetap waspada,” beber Praing.

Menurutnya, omicron tidak terlalu berdampak negatif kepada kesehatan masyarakat, karena sistem imun masyarakat sudah terbentuk karena vaksinasi.

“Kita bersyukur bahwa tidak terlalu berdampak negatif terhadap ketahanan tubuh, sehingga tingkat kesembuhannya cukup baik. Itu juga karena vaksinasi dan mudah-mudahan cepat redah,” imbuh Praing.

Sementara Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumba Timur, Jonker Telnoni, menjelaskan saat ini kasus covid aktif di Sumba Timur ada 253 kasus, dan tinggal 5 kecamatan yang masih zona merah. Juga persentase vaksinasi tahap 1 sudah mencapai 87 persen, sedangkan dosis 2 masih sangat kurang.

“Omicron sudah masuk, sudah terdeteksi dari sampel yang kita kirim ke Jakarta. Ada 29 sampel yang kita kirim, ada 19 yang terdeteksi omicron dan yang 10 sampel tidak. Memang pada awalnya peningkatannya cukup cepat, awal peningkatan kasusnya mencapai 50-60 perhari, tapi sekarang sudah ada penurunan, sudah semakin turun, karena vaksinasi juga sangat membantu kita,”  jelas Jonker.

Jonker mengatakan, pihaknya tetap melakukan tresing secara masif untuk memastikan penularan omicron dan ditangani secara sigap dan cepat.

“Karena ini omicron. Kita bersyukur penurunannya cukup baik, namun sekarang kita juga harus fokus dalam penanganan kasus DBD karena cukup meningkat. Semoga cepat pulih,”  tandas Jonker. (np)

Pos terkait