KUPANG kabarntt.id— Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi resesi ekonomi di seluruh dunia yang diprediksi akan terjadi pada 2023 mendatang.
Salah satu yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan pangan dalam negeri. Inovasi baru harus dipikirkan dari sekarang untuk segera dilakukan, sehingga tidak tergantung dengan produk luar misalnya mie instan yang bahan bakunya didatangkan dari Ukraina.
Hal ini dikatakan Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, saat melaunching mie instan dengan dua pilihan rasa, yakni jenis mie goreng dan mie kuah, Jumat (30/12/2022), di Kantor Dekranasda NTT.
“Kita sering mendengar Pak Jokowi selalu bilang tahun depan itu tahun gelap dunia dalam arti resesi ekonomi. Akibat covid dan perang antara Rusia dan Ukraina, membuat banyak negara di dunia mengantre di Bank Dunia untuk mendapatkan bantuan dana. Jika banyak negara yang bangkrut, apa dampaknya terhadap Indonesia khususnya NTT? Jangan sampai produk yang biasa kita andalkan tiba-tiba hilang seperti mie instan. Produk mie instan selama ini kan lebih banyak dari gandum, gandum datang dari Ukraina dan saat ini Ukraina dilanda peperangan,” jelas Julie.
Dari tangan dingin istri Wakil Gubernur NTT, Justina Yosefa Mamo Soi, tercipta mie instan berbahan dasar singkong dan daun kelor, yang dilabeli dengan nama “Be Pung Mie – Asli Orang NTT Pung”.
Beragam rasa ditawarkan dari mie instan ini. Ada rasa mie goreng spesial, mie kuah kari, original kuah soto dan original ayam bawang.
Julie mengungkapkan jika wakil Ketua Dekranasda NTT membina UMKM yang bergerak mengembangkan produk-produk lokal seperti mie instan yang kita launvhing hari ini.
“Beliau ini membina UMKM, jadi banyak produk-produk yang beliau tangani. Salah satunya mie instan ini. Empat jenis mie instan ini bahan dasarnya ubi kayu atau singkong dan dari kelor,” imbuh Julie.
Sementara menurut Wakil Ketua Dekranasda NTT, Justina Yosefa Mamo Soi, bumbu mie instan yang diproduksi seperti kecap dibuat bukan dari kedelai, tetapi dari gula pohon lontar.
Mie instan ini bisa juga dimanfaatkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita di posyandu, serta mencegah stunting.
“Bahan mie instan seratus persen organik dan bahannya seratus persen lokal asli NTT. Kita harus berinovasi sesuai arahan Pak Gubernur tentang NTT Provinsi Kelor. Dengan diproduksinya mie instan berbahan dasar lokal ini bisa membantu petani singkong maupun kelor di NTT,” ungkap Justina.
Untuk diketahui mie instan “beta pung mie” untuk sementara bisa didapatkan di Toko Dekranasda NTT di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan harga Rp 8.000/bungkus. (np)







