Dirut Bank NTT Tampil di BeritaSatu TV, Bicara Transformasi Digital  Bank

bank ntt dirut di tv
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

Terhadap pertanyaan ini Alex Riwu Kaho menjawab bahwa dunia sudah familiar dengan digitalisasi, berbeda dengan NTT yang karena kondisi topografi serta geografis bebeda-beda. Namun ini bukan kendala karena merupakan tantangan bagi sektor perbankan seperti Bank NTT untuk menyiasatinya. Bank NTT lalu secara masif berkolaborasi dengan semua pihak.

“Karena itu digitalisasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak termasuk UMKM. Pandemi Covid menghantam fondasi ekonomi NTT dari level normal dari sebelumnya terkoreksi normal, hampir minus. Namun dalam kerja-kerja bersama dalam spirit yang sama untuk membangun kembali fundamental ekonomi berbasis UMKM, maka kolaborasi menjadi sebuah strategi untuk membangun sebuah ekosistem yang dalam ekosistem itu digitaliasi bisa dilakukan secara inklusi dengan berbagai pihak termasuk UMKM,” tegas Alex.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Alex, digitalisasi membutuhkan kerja keras, sehingga Bank NTT pada 2019 melakukan review dan kajian untuk segera beradaptasi dengan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Ketika BI menghadirkan terobosan sistem pembayaran yang lebih modern, yakni penerapan QRIS, ini menjadi salah satu terobosan untuk gaya atau model digitalissi yang akan berkembang.

“Bank NTT segera melakukan upgrade core banking sehingga bisa mengakomodir potensi-potensui peluang di kemudian hari. Setelah itu tahapan berikutnya adalah mereview tenaga-tenaga IT baik special hire maupun organik untuk mampu mendesain program-program yang berbasis potensi unggulan di NTT. Karena jika Bank NTT mau bersaing namun jika tak memiliki karakteristik yang kuat, maka akan tergerus dan tenggelam,” jelas Alex.

Pos terkait