“Ke depan kami akan terus mendampingi mereka bersama tim ekspedisi patriot agar tetap semangat memproduksi dan menembus pasar ekspor, termasuk kemungkinan ke Timor Leste,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, SH, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini di daerahnya.
“Pemerintah Daerah menyambut baik program ini karena memberikan penguatan kapasitas masyarakat TTU. Kami berterima kasih kepada Kementerian Transmigrasi dan tim ekspedisi patriot yang telah mendampingi masyarakat kami di Ponu selama empat bulan,” kata Kamilus.
Ia berharap, pendampingan tersebut dapat membantu petani dan peternak di kawasan transmigrasi untuk mengembangkan potensi produk unggulan mereka menjadi komoditas ekspor.
Dari sisi lapangan, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot, Deva Ananda, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan penelitian di tiga desa dampingan, yakni Benus, Sifaniha, dan Ponu. Hasilnya, setiap desa memiliki potensi komoditas unggulan yang berbeda.

“Di Desa Benus unggul pada tanaman padi, jagung, dan mente. Di Sifaniha, potensi utamanya juga tanaman pangan, meski kondisi tanahnya sangat kering sehingga butuh sumber air. Sedangkan di Ponu, selain tanaman pangan, ada potensi industri garam yang bisa dikembangkan menjadi produk ekspor,” jelas Deva.







