Elsa jaga merincikan 11 makanan dan minuman khas NTT yang diperkenalkan di Jakarta. “Ada jagung bose, se’i sapi, se’i ikan suwir, sayur rumpu rampe, bunga pepaya/jantung pisang, ikan teri, sambal lu’at, lawar ikan teri, nasi jagung, nasi merah, es teh kelor, dan es nian.
“Kalau se’i sapi mereka sudah kenal karena selalu dipesan dari Kupang. Namun menu makanan lainnya itu selalu mereka tanya, kalau di Jakarta kami dapat di mana? Dan ini kami tidak bisa jawab dan kami jadikan PR yang besar pada saat kami pulang di Kupang” ungkapnya.
Lanjutnya, bahan-bahan makan lokal tersebut ada yang dibawa dari Kupang dan di sana dimasak langsung dan dijajal di stan festival yang sudah disiapkan panitia.
“Bahannya semua dari lokal ya, dan kami masak langsung kemudian kami sajikan di stan yang sudah disiapkan oleh panitia dan di situlah saya tahu makanan lokal khas NTT sangat luar biasa diminati dan saya sangat bangga dengan semua kekhasan NTT tercinta,” katanya.
Menurut Elsa, ternyata makanan-makanan khas NTT sangat diminati di Kota Metropolitan tersebut dan menjadi tugas yang diemban, bagaimana generasi muda menyikapi kekhasan NTT jangan sampai tergerus dengan makanan siap saji yang sering diidolakan oleh generasi NTT.
“Saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada Bunda Julie Laiskodat dan juga SMKN 3 yang sudah mengutus saya mengikuti festival bergensi ini dan dengan begitu kami sadar bahwa makanan-makanan khas lokal kita sangat diminati di Jakarta. Ini merupakan tugas saya dan generasi saya untuk lebih bagaimana makanan ini sampai di meja-meja para tamu di Jakarta,” serunya.







