Peran Keluarga dan Umat
Hal senada disampaikan Susan Kolo, yang melihat panggilan religius sebagai buah dari dukungan yang sudah mengakar dalam budaya setempat. Ia menuturkan, keluarga-keluarga di Banain memiliki tradisi kuat dalam membina iman sejak kecil.
“Sebagai umat Stasi Banain, tentu kita mendukung dengan berbagai cara. Doa adalah yang utama. Kami mendukung para imam dan biarawan-biarawati asal Banain supaya tetap setia dalam panggilan mereka,” katanya.
Susan menambahkan, kehadiran para imam dan suster asal Banain memberikan teladan langsung bagi anak-anak muda. Mereka melihat bahwa jalan panggilan bukan sesuatu yang jauh, tetapi tumbuh dari tengah-tengah kehidupan mereka sendiri.
Daftar Putra-Putri Banain yang Mengabdi
Hingga kini, Stasi Santo Theodorus Banain mencatat jumlah panggilan religius sebagai berikut:
Imam (9 Orang)
Rm. Yakobus Kusi, Pr
P. Dominikus Kefi, SVD
Rm. Alfonsius Kolo, Pr
P. Viane Fuka, SVD
P. Fidelis Falo, SVD
P. Yan Kefi, OFM.Conv
P. Batista Abi, MSF
P. Marianus Abi, OSM
P. Urbanus Sila, MSF
Bruder (3 Orang)
Bruder Theodorus Kolo, SVD
Bruder Anton Suni, SVD
Bruder Sipri Siki, ALMA
Suster (10 Orang)
Sr. Regelinda Kefi, PRR
Sr. Yudita Metan, DSFA
Sr. Fatima Suni, ALMA
Sr. Flora Kolo, ALMA
Sr. Yanti Kolo, SMG
Sr. Ela Kolo, JMJ
Sr. Yunita Kolo, SMG
Sr. Adriana Kolo, SMG
Sr. Desri Abi, ALMA
Sr. Wida Kolo, FAdM
Frater (3 Orang)
Frater Wilfridus Oki, SVD
Frater Andreas Rifan Oki, Pr
Frater Remigius Lake, Pr
Harapan untuk Generasi Selanjutnya
Dengan bertambahnya seorang imam baru, Banain kembali meneguhkan diri sebagai salah satu pusat panggilan religius di TTU. Kehadiran Pater Urbanus Sila, MSF menjadi simbol bahwa tradisi pelayanan Gereja dari wilayah ini tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin menguat.







