TAMBOLAKA kabarntt.id—Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H, menghimbau siswa siswi Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco di Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya (SBD), tidak perlu menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Gubernur sebaliknya meminta siswa BLK Don Bosco menjadi wirausahawan atau bisnisman baru untuk membangun Sumba ke depan menjadi lebih maju.
Hadir mendampingi Gubernur Viktor dalam kunjungan itu anggota DPR RI, Ratu Wula Talu, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Kepala Dinas Naketrans Provinsi NTT, Ketua DPD Nasdem SBD, Markus Dairo Talu, S.H, Penjabat Sekda SBD, Frans M. Adilalo, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten SBD.
Didampingi Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama rombongan langsung diterima pengelola BLK Don Bosco, Bruder Ephrem Santos, SDB. Gubernur dan rombongan melihat-lihat secara detail aktivitas para siswa di BLK tersebut.
Kepada para siswa, Gubernur Viktor meminta siswa/siswi harus bisa berdikari tanpa harus menjadi ASN. Hal itu karena para siswa siswi BLK Don Bosco memiliki keterampilan cukup baik sehingga layak bekerja di perusahaan besar untuk mengembangkan dunia wirausaha.
“Jangan mau jadi pegawai negeri sipil. Kamu sudah sekolah dan harus jadi wirausaha. Kamu akan jadi mandiri. Di Sumba ini banyak kegiatan wirausaha yang harus kita dorong. Saya perlu anak muda yang konsisten dan komit untuk bangun,” tegas Gubernur.
Gubernur juga memberi apresiasi kepada BLK Don Bosco yang mau membantu perkembangan sumber daya manusia di NTT khususnya di Sumba.
Gubernur memberikan penghormatan kepada bruder yang membantu meningkatan sumber daya manusia Sumba. “Seperti kita saksikan bersama, banyak keahlian diajarkan di sini. Kami pemerintah tidak tutup mata soal ini. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan semua pihak yang berkomitmen membangun SDM daerah ini lebih maju ke depan,” kata Gubernur Viktor. (ota)







