KEFAMENANU KABARNTT.ID — Kolaborasi Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama Polres TTU mulai menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 3.456 hektare lahan jagung yang bersumber dari aspirasi DPRD dan kerja sama dengan Polres TTU telah 100 persen ditanami sebagai bagian dari percepatan program swasembada pangan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian TTU, Chairel Malelak, mengatakan total luas tanam jagung yang ditargetkan pada tahun 2026 mencapai 9.153 hektare. Dari jumlah tersebut, penanaman melalui aspirasi DPRD seluas 1.000 hektare serta dukungan Polres TTU seluas 2.456 hektare telah terealisasi seluruhnya.
“Ini langkah yang sangat baik. Dengan realisasi tanam yang sudah maksimal, sekarang kita tinggal menunggu hasil panen,” ujar Chairel saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, dari total luas tanam yang ada, Dinas Pertanian TTU menargetkan produksi jagung mencapai 16.958,99 ton. Meski masih menunggu rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), estimasi produksi tersebut diperoleh dari data lapangan dan sampel yang dikumpulkan para penyuluh pertanian.
Untuk kebutuhan benih, penanaman jagung melalui aspirasi DPRD menggunakan sekitar 15 ton benih untuk lahan 1.000 hektare. Sementara penanaman di lahan Polres TTU seluas 2.456 hektare menggunakan sekitar 38 ton benih.
Seluruh lahan ditanami jagung varietas Nusa 01 atau dikenal juga sebagai Nusa Timore 77, dengan target produksi rata-rata 2,1 ton per hektare.
Menurut Chairel, varietas ini dipilih karena adaptif di dataran rendah hingga menengah, tahan rebah, serta relatif tahan terhadap penyakit karat daun, hawar daun, dan penggerek batang.







