Selain itu, beberapa kelurahan telah memulai inisiatif Bank Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dengan dukungan dari tokoh-tokoh pemerhati lingkungan yang peduli terhadap kebersihan Kota Kupang.
Para lurah juga menyampaikan harapan agar Penjabat Wali Kota dapat memberikan perhatian lebih terhadap alokasi anggaran untuk penanganan sampah di tingkat kelurahan. Mereka optimis dengan dukungan penuh, program penanganan sampah yang dimulai hari ini akan memberikan dampak signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga Kota Kupang bisa menjadi lebih bersih.
Mereka juga menyoroti potensi ekonomi dari pemilahan dan daur ulang sampah.
Menanggapi usulan tersebut, Penjabat Wali Kota, Linus Lusi, memberikan apresiasi kepada para lurah dan berkomitmen untuk memperjuangkan alokasi anggaran yang memadai.
Ia meminta agar para lurah segera menyusun estimasi kebutuhan anggaran sehingga dapat dibahas dalam sidang anggaran.
Linus menekankan pentingnya kebersihan kota sebagai tanggung jawab bersama dan meminta agar para lurah terus berinovasi dalam pengelolaan sampah.
Menurut Linus, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang harus didukung oleh anggaran yang tepat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat sangat diperlukan.Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah awal yang harus diperkuat di setiap RT dan RW, untuk mewujudkan Kupang sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman. (prokopim kota kpg/nitha manafe/eman hala)







