Meskipun masa tugasnya sebagai Penjabat Wali Kota Kupang tergolong singkat, Lusi berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang telah dimulai oleh para pendahulunya, seperti Mesakh Amalo, S.K. Lerik, Daniel Adoe, Jonas Salean, Jefri Riwu Kore, George Hadjoh, hingga Fahrensy Funay.
Ia berharap dukungan dari semua pihak, terutama dalam menjaga kondusivitas menjelang Pemilukada yang akan datang.
Sekda Provinsi NTT, Kosmas Lana, dalam sambutannya mengingatkan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian Penjabat. Wali Kota. Pertama, kebersihan kota dan penanganan sampah yang harus diselesaikan mulai dari tingkat RT.
Kedua, penanganan stunting dan pengendalian inflasi yang menjadi prioritas utama bagi Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi.
Ketiga, pentingnya membangun komunikasi dengan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bersama.
Pimpinan sementara DPRD Kota Kupang, Richard Odja, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang sudah terjalin antara Penjabat Wali Kota dan DPRD. Odja berharap sinergi ini terus berjalan demi kepentingan masyarakat Kota Kupang.
Pastor RD. Rudy Tjung Lake, dalam kotbahnya menekankan bahwa setiap anugerah selalu disertai tanggung jawab. Amanah sebagai Penjabat Wali Kota harus dijalankan dengan kolaborasi dan sinergi demi kemajuan bersama.
Sebagai perwakilan keluarga, Daniel Hurek menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Lusi. Hurek berharap dukungan dari semua pihak agar amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik. (pkp-ansel ladjar/nina tiara/prokompim kota kupang)







