Menakar Rocky Gerung (Sebatas Tendangan Sudut)

kons beo 1

Bagaimanapun, Prabowo, sebagai Presiden, tentu miliki rasionalenya sendiri menentukan Rocky Gerung. Tentu saja, opini, tafsiran, pengandaian bisa terlontar sana-sini. Tetapi, pertanyaan terbuka mesti juga dipetakan.

Mungkinkah, antara Rocky dan Prabowo serta lingkarannya telah ada kontrak politik di balik ini? Apa tak ada transaksi politik dalam bingkai simboisme mutualis. Rocky dapatkan jaminan, dan Prabowo Cs dapatkan keuntungan ‘rasa dan suasana damai dan tenang dalam jalankan kekuasaannya? Dan lagi, setidaknya ini punya pengaruh demi kisah Politik Tanah Air di 2029?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara pendapat kebanyakan tetap punya harapan: Sekiranya suara Rocky masih terdengar di tingkat ‘pasar rakyat’ walau kini sepertinya sudah ‘dikandangkan di etalase elit hypermart.’

Oh iya, akhirnya…
Ada lagi sentilan yang bilang begini: ‘Teringat kisah Rocky Gerung, 15 tahun mengajar di Universitas Indonesia, dan tak pernah sekalipun ia mengambil gaji atau honornya. Alasannya, karena ia yang diminta untuk mengajar. Bukan ia yang mencari pekerjaan.

Mari bayangkan saja bahwa gaji atau honor dengan berbagai tunjangan selama sebagai Anggota Wantimpres bakal tak diambil Rocky Gerung. Itu sebagai bukti nyata bahwa Kekuasaan, Pemerintah, atau Negara lah yang membutuhkannya. Bukan dia yang mencari pekerjaan….

Wah, ada-ada saja.

Verbo Dei Amorem Spiranti
* Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di
Collegio San Pietro, Roma

Pos terkait