Oleh Kons Beo, SVD
Alam hidup ini sudah penuh alarm. Tak usahlah bicara pada tingkat luas melebar. Di dalam dan di seputar lingkungan kita, alarm ini senantiasa bergema.
Kita tak asing lagi dengan alarm akan ini dan itu. Iya, terhadap tipe pribadi tertentu, yang selalu ‘bikin hati tak nyaman.’
Tidakkah ada alarm akan ciri-ciri orang toxic? Dan bahwa itu harus diwaspadai?
Singkatnya begini! Di hadapan pribadi toxic, cepat atau lambat, Anda bakal jadi korban – victim. Anda bakal merasa ‘tak nyaman, selalu salah, mati langkah dalam percaya diri. Bukan tak mungkin Anda alami tingkatan stres dan depresi yang sungguh tak menentu.
Oh iya, ciri-ciri orang toxic itu nyata dalam terlihat dan teralami: ‘Putar balik fakta. Lihai dalam manipulasi. Demi kepentingannya sendiri, ia sungguh tampil sebagai pengendali situasi.
Anda mesti waspada sebab kaum toxic bakal tetap saja ‘menghina, merendahkan dan mengeritik Anda. Bagi insan toxic, Anda harus tetaplah ‘di bawah, sekunder, inferior, level kaki lima, tersudutkan.’
Bagi kaum toxic tak ada ruang atau spasi di hati demi hadirnya gelombang empati. Itu jelas! ‘Emangnya Gue Pikirin’ (EGP), Epen (Emangnya Penting?, ‘Persetan dengan kau! Tidak urus.’ Itulah kobaran hati kaum toxic.
Masih ditambahkan lagi. Egoisme sempit dan narsistik serta tak tahu batasan, juga terbaca nyata dalam diri kaum toxic. Sebab ia hanya berkiblat pada diri sendiri dan demi segala kepentingannya. Anda bakal dilihat sebagai ‘ancaman dan musuh’ yang mesti disingkirkan.
Dan masih lagi…




