KEFAMENANU KABARNTT.ID — Panen ubi kayu di Desa Letneo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mencapai 32,1 ton dari dua hektare lahan. Capaian tersebut mendorong Dinas Pangan TTU untuk terus mengembangkan ubi kayu sebagai salah satu pangan lokal alternatif pengganti beras.
Panen simbolis tersebut dilakukan Dinas Pangan Kabupaten TTU melalui Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan (KKP) pada 18 dan 21 September 2026 di Kelompok Tani Desa (KTD) Oebos dan KTD Oebos A, Desa Letneo.
Kepala Bidang KKP Dinas Pangan TTU Finsensius Teddy Amfotis, SP, di Kefamenanu, Rabu (30/9/2026), mengatakan panen tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan pangan lokal, khususnya ubi kayu sebagai salah satu alternatif pangan pengganti beras.
“Panen ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pangan lokal, khususnya ubi kayu sebagai salah satu alternatif pangan pengganti beras,” katanya.
Ia mengatakan pengembangan ubi kayu juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurut dia, panen di KTD Oebos dengan luas lahan satu hektare menghasilkan produksi 16,3 ton per hektare dengan rata-rata produksi 1,7 kilogram per pohon.
Sementara di KTD Oebos A dengan luas lahan satu hektare, produksi mencapai 15,7 ton per hektare dengan rata-rata produksi 1,6 kilogram per pohon.
“Total luas lahan dari kedua lokasi mencapai dua hektare dengan total produksi 32,1 ton atau rata-rata 16 ton per hektare,” ujarnya.
Teddy mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan ubi kayu memiliki potensi sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang dapat terus dikembangkan.







