Menurut siaran yang tersebar luas, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong kea rah barat dan barat laut. Masih menurut siaran ini, erupsi senja 20 September ini terekam di seismograf dengan empitudo maksimum 11 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 1 menit 22 detik.
Saat siaran itu dibuat, demikian menurut siaran ini, erupsi masih terus berlangsung. Dengan demikian, status Lewotobi Laki-laki berada pada level IV atau Awas.
Terhadap status ini maka sejumlah rekomendasi diberikan untuk menjadi perhatian masyarakat luas terlebih kampung-kampung yang berada dalam radius bahaya. Masyarakat di sekitar gunung itu serta para pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km, dan sectoral Barat Daya Timur Laut sejauh 7 km dari pusat erupsi.
Diharapkan masyarakat tenang dan mengikuti rahan Pemda Flores Timur, serta mewasadai potensi banjir lahar dingin jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Awasan ini terlebih untuk kawasan terampak di desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote.
Untuk mengurangi potensi risiko lainnya, demikian arahan yang berdasrkan sumber data dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki, masyarakat terdampak dihimbau untuk memakai masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada system pernafasan.
Bantuan Darurat
Nafas Panjang erupsi gunung api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur terus memperpanjang masa darurat, yang berimplikasi pada bantuan-bantuan darurat untuk masyarakat terdampak. Erupsi mempengaruhi ketersediaan air bersih, pasokan makanan serta Kesehatan.







