Nafas Panjang Lewotobi Laki-laki

IMG 20250920 WA0016

Puncak gunung Lewotobi laki-laki di kabupaten Flores Timur erupsi berkepanjangan. Nafas Panjang erupsi salah satu puncak kawah dari dua puncak kembar yang disebut warga setempat sebagai puncak laki-laki dan perempuan itu berlangsung sejak akhir tahun 2023 hingga saat ini. Inilah yang memperpanjang masa darurat bencana hingga tak tentu kapan akan berakhir pasti.

Sejak erupsi maha dahsyat di akhir tahun 2024 silam dengan lontaran bebatuan pijar yang menerjang lembah Hokeng dan sekitarnya, erupsi itu kini masih saja mengeluarkan awan pijar, abu vulkanik, batu dan pasir ke wilayah terdampak. Nafas Panjang erupsi ini membuat warga seputar sabuk Lewotobi seperti Boru, Hokeng Jaya, Dulipali, Boru Kedang, Nawakote dan Nobo tak pasti mengelola apalagi mengembangja sektor-sektor livelihood untuk kehidupan mereka.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Demikian halnya masa transisi dari darurat ke normal seakan tak ada batasnya. Kondisi yang seakan membuat para pengungsi sejenak melupakan kampung halaman mereka dan berdamai dengan hunian sementara yang berjejer dan sempit di bantaran kali Konga serta kema penampungan di desa Kobasoma dan desa Bokang, semuanya di kecamatan Titehena.

Level IV Lagi

Beberapa hari terakhir di medio September, puncak Lewotobi Laki-laki ini terus bergejolak. Hingga hari ini, Sabtu, 20 September 2025, erupsi masih saja berlangsung. Magma Ven – Volcanic Eruption Notice mengabarkan hari ini bahwa telah terjadi lagi erupsi Lewotobi laki-laki pada pukul 16.12 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.500 meter di atas puncak atau 3.084 meter di atas permukaan laut.

Pos terkait