Semburan abu vulkanik disertai pasir yang mencemari udara dan air sehingga berpengaruh pada bermasalahnya kebutuhan masyarakat akan air bersih dan udara yang segar. Bantuan air bersih dan masker penutup hidung dan mulur menjadi kebutuhan yang sangat bermanfaat.
Pantauan di lapangan, masih sering menjumpai warga di daerah terdampak yang bepergian tanpa masker. Bantuan darurat air bersih dan masker menjadi penting tanpa mengabaikan bantuan pokok lainnya.
Selain kebutuhan lainnya, air bersih dan masker untuk warga terdampak sangat penting mengingan erupsi pada Sabtu 20 September 2025 masih terus berlanjut paska pengumuman kenaikan status ke Awas hari ini.
Sehari sebelumnya di tanggal 19 September 2025, pos pengamatan gunung api Lewotobi mengumumkan gunung api Lewotobi laki-laki telah mengalami erupsi pada malam hari pukul 21 Wita, dan karena itu terjadi peningkatan status ke Awas. Peningkatan ini juga sedikitnya dipengaruhi oleh puluhan kali erupsi paska kenaikan level ke level awas. Masyarakat sejumlah desa terdampak seperti Hokeng Jaya, Dulipali, Klatanlo dan desa sekitarnya dihimbau untuk selalu siaga menghadapi nafas panjang letusan gunung api di kabupaten Flores Timur, NTT. (Melki)







