Novita melanjutkan, semua Kampung KB yang ada telah mengakomodir suatu sistem yang terintegrasi dan terkonvergensi dengan penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.
Kunjungan lapangan di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah ini sudah untuk kesekian kali dan menurut Bupati Kupang hal yang perlu dipetik dari workshop pengelolaan Kampung KB di Desa Mata Air perlu dilakukan sebagai best practice setelah mendapatkan teori dan melakukan FGD selama 2 hari sebelumnya.
Novita berharap, kiranya kunjungan lapangan ini bermanfaat sebagai sumber pengalaman empiris juga untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan kehidupan sehari-hari di Kampung KB.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT yang diwakili oleh Kabid Pengendalian Penduduk, Esi Malelak, menyampaikan “Saat ini hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan Kampung KB adalah menaikkan klasifikasi kita dan setiap kegiatan KB harus diinput di website agar klasifikasinya bisa naik.”
Kades Mata Air, Benyamin Kanuk, mengungkapkan pencanangan Desa Mata Air sebagai Kampung KB sejak 2017. Dimana, dulunya Kampung KB tidak disukai orang, namun kini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya Kampung KB. Apalagi ada istilah yang sudah membudaya di timur bahwa banyak anak banyak rezeki.
Namun perjuangan tidak kenal lelah terus dilakukan untuk membuktikan eksistensi Kampung KB. “Dengan menekan perkawinan dini dengan Perdes, tujuannya juga untuk mempersiapkan bibit unggul yang siap melahirkan dan mengatur rumah tangga dengan baik yang juga merupakan tujuan dari kampung KB,” jelasnya.







