LARANTUKA kabarntt.id— Masa Pra Paskah ditandai dengan perayaan hari Rabu Abu. Hari Rabu Abu menandai masa tobat dan puas selama 40 hari sebelum Hari Raya Paskah.
Khusus Kota Larantuka mempunyai perayaan unik mulai dari Pra Paskah hingga Paskah, yaitu Pekan Suci Semana Santa. Untuk Indonesia perayaan ini hanya terjadi di Larantuka, tentu banyak menarik wisatawan mancanegara dan domestik.
Itu sebabnya mengapa potensi gangguan keamanan selalu ada.
Polres Flotim, melalui Kasat Intel, Yovianus Sidin, S.I.P, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/2/2023), menjelaskan, memasuki masa Pra Paskah di Larantuka Polres Flotim sudah melakukan berbagai langkah untuk memastikan situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas) Kabupaten Flores Timur tetap terjaga.
Langkah itu di antaranya Kobvit Rekam sudah melakukan kegiatan tatap muka dan dialog dengan para pemuka agama dalam wilayah Keuskupan Larantuka.
“Jadi persiapan menuju semana santa ini sudah ada titik terang yang mana pertemuan-pertemuan intens berkaitan dengan keamanan yang paling utama. Polri dalam hal ini Polres Flotim siap untuk mengamankan perayaan semana santa. Sudah tentu dengan berbagai macam perkiraan yang sudah kita lakukan, kemungkinan pelaksanaan semana santa pada tahun ini akan dihadiri oleh banyak pesiarah, baik pesiarah domestik maupun mancanegara,” ujar Sidin.
Sidin mengatakan, sesuai dengan hasil penelusuran pihaknya di lapangan, dari 200 kamar yang disiapkan di berbagai hotel di Larantuka semua sudah terisi.
Kekurangan kamar itu juga sudah ada solusinya. Baik dari Pemda maupun pihak-pihak berkompeten untuk menggunakan rumah-rumah warga yang dijadikan penginapan.
Pesiarah-pesiarah yang dominan mengikuti Prosesi Paskah ini datang dari luar negeri.
Beberapa hotel di Larantuka, misalnya Hotel Asa dan Sunrise, sudah dipesan banyak pesiarah dari Pulau Jawa di antaranya Yogya, Surabaya dan Jakarta.
“Untuk mengantisipasi potensi adanya gangguan kerawanan keamanan kami sudah melakukan deteksi dini dan monitoring keadaan yang sewaktu-waktu bisa mengancam. Setiap manajer setiap hotel wajib melakukan pelaporan perkembangan, kedatangan tamu maupun tamu tetap,” kata Sidin.
Khusus tamu asing, kata Sidin, pihaknya akan melakukan pengawasan secara melekat terutama dokumen, baik visa atau paspor.
“Dan itu wajib melaporkan kepada kami melalui telepon atau anggota kami turun ke lapangan. Secara umum untuk prosesi semana santa tahun ini sudah ada koordinasi lintas sektoral baik itu melalui Pemda, pihak Pamswakarsa, pihak Gereja dan ke depanya akan tetap melakukan pertemuan secara intens, sampai H-7 tetap kita laksanakan koordinasi secara berlanjut,” papar Sidin. (abh)







