Dalam waktu kurang lebih 20 menit, kedua bangunan tersebut habis terbakar.
Korban Sedang Mengecek Ternak
Sebelum kebakaran terjadi, Salome Bano diketahui pergi ke ladang sekitar pukul 11.00 WITA untuk mengecek ternak sapi miliknya yang berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah.
Saat meninggalkan rumah, korban memastikan tidak ada api yang menyala, baik di dapur bulat maupun di rumah induk.
Dapur bulat yang terbakar tersebut juga disebut sudah tidak digunakan untuk memasak dan hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan.
Korban mengaku tinggal bersama anak angkatnya, Maria Marselina Biaf, suaminya Emanuel Ukat, serta tiga orang cucu.
Ketika kebakaran terjadi, Arkilaus Ukat berada di rumah, sedangkan Emanuel Ukat bersama istri dan dua anak lainnya sedang mengikuti kegiatan peresmian Kapela Fatutasu.
Emanuel mengaku menerima informasi mengenai kebakaran tersebut saat masih berada di kapela. Ia kemudian berlari bersama warga menuju lokasi rumahnya.
Ketika tiba di lokasi, rumah induk belum seluruhnya terbakar. Namun, upaya menyelamatkan barang-barang di dalam rumah mengalami kesulitan karena api terus membesar.
Kondisi rumah yang tidak memiliki sumber dan penampungan air yang memadai juga membuat warga kesulitan melakukan pemadaman.
Selain bangunan rumah dan dapur bulat, kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah barang milik korban.
Barang-barang yang terbakar meliputi pakaian, dua buah tempat tidur, satu meja, satu lemari, serta berbagai perabot rumah tangga.
Uang tunai sebesar Rp2,3 juta juga ikut terbakar bersama persediaan hasil pertanian berupa satu karung padi, satu karung kacang tanah, dua karung kacang tali, dan sekitar 70 ikat jagung.







