Ia juga menghimbau agar Tim Satgas menertibkan penjual di pasar yang berkerumun tidak mengindahkan protokol kesehatan, dan menghimbau pengelola pasar agar menyediakan peralatan cuci tangan yang memadai.
“Pasar Inpres juga tidak ada tempat cuci tangan yang disediakan pemerintah atau pengelola pasar dengan kapasitas yang besar. Hanya ada dengan ember-ember kecil yang hanya cukup untuk 10-15 orang cuci tangan. Itu tidak memberi peringatan kepada pengunjung pasar bahwa cuci tangan itu penting. Karena barang jualan pedagang lebih besar dibanding ember cuci tangan,” imbunya.
Menurutnya, mestinya pengelola pasar menyiapkan fiber besar di depan pasar dan tempat-tempat yang dianggap tepat agar memberi pesan psikologis bagi pengunjung bahwa masuk dan keluar pasar harus cuci tangan. Demikian juga di Taman Sandelwood, Taman Kota dan tempat umum lainnya.
“Kalau tidak, kita pasti akan saling tuding menuding siapa salah, siapa benar di sini, sementara angka Covid terus meningkat,” kata JIH, wartawan sebuah harian terbitan Kupang ini. (np)







