Sopir Angkot Menangkan Sayembara Golkar

Golkar sayembara 1

Menurut Melki, ide awal menyelenggarakan sayembara ini adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam perang melawan Covid-19, terutama di NTT. Di tengah pandemi yang semakin menakutkan ini, Partai Golkar ingin melakukan sesuatu. Maka lahirlah gagasan untuk melakukan sayembara ini.

Semangat dari sayembara ini adalah mencari praktek cerdas, ide/gagasan cerdas yang bisa diadopsi, ditiru dan diaplikasikan untuk melawan Covid-19.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam rentang waktu hanya seminggu, sejak diumumkan Minggu (23/1/2021) hingga Minggu (31/1/2021) malam, terdapat 823 karya tulis yang masuk. Para peserta yang mengirim naskahnya datang dari berbagai latar belakang profesi. Ada sopir, ada ASN, ada pensiunan, ada wartawan, pastor, pendeta, guru, dosen, mahasiswa, pelajar. Dari kisaran usia, peserta paling muda berusia  14 tahun, sedangkan peserta paling tua seorang pensiunan ASN berusia 75 tahun.

Selain juara pertama hingga empat, panitia dari Partai Golkar juga ingin menghargai karya-karya yang terpilih menjadi juara favorit. “Selain empat juara pertama sampai empat, kita pilih lagi peringkat lima sampai 28 sebagai juara favorit. Tetapi di luar 28 sebenarnya masih begitu banyak karya, gagasan dan praktek  cerdas yang disumbangkan masyarakat,” kata Melki yang juga  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

Lima orang wakil dewan juri, yakni Pdt. Dr. Mery Kolimon,  Profesor Dr. Frans Salesman, Dr. Marius Ardu Jelamu,  Liby Sinlaeloe dan Rudy Rohi,  memberi apresiasi yang tinggi kepada Partai Golkar NTT.

Kelima juri yang mewakili beberapa elemen ini pada umumnya memberi apresiasi kepada Golkar NTT karena berani melakukan sesuatu di tengah ketakutan masyarakat terhadap virus corona yang semakin sulit dikendalikan ini.

Pos terkait