Dari variabel ini, kata dia, IDM mendapatkan hasil survei bahwa paslon 02 Melki Laka Lena dan Johni Asadoma meraih tingkat keterpilihannya atau elektabilitas mencapai 41,8% unggul dari paslon 01 Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto yang meraih angka elektabilitas sebesar 30,6%.
“Sedangkan elektabilitas paslon Simon Petrus Kamlasi dan Andreas Garu di angka 20,8% dan yang belum menentukan pilihan dan tidak menjawab sebanyak 6,8%,” ucap Heru.
Variabel lain, sambung dia, ada korelasi yang kuat antara tingkat elektabilitas para paslon dengan tingkat popularitas dan akseptabilitas mereka.
“Varibel ini paslon nomor 2 pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma meraih tingkat popularitas mencapai 84,6% dan tingkat akseptabilitas nya 86,7%. Kemudian paslon nomor 1 Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mendapatkan angka tingkat popularitas 78,2% dan tingkat akseptabilitas 64,8%,” papar Heru.
Raihan terakhir, lanjut Heru, dari paslon nomor 3 Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu berada di angka tingkat popularitas 69,1% dan tingkat akseptabilitas 58,6%.
Dari hasil survei IDM ini juga menunjukkan, kata Heru, sebanyak 50,6 % responden mempertimbangkan untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung presiden Prabowo Subianto, tidak mempertimbangkan 39,3%, kemudian tidak tahu 10,1%
“Sedangkan pasangan calon yang didukung Megawati Soekarnoputri sebanyak 43,4 persen respoden mempertimbangkan untuk dipilih, sebanyak 40,3 persen tidak mempertimbangkan, sedangkan tidak tahu 16,3 persen,” terang dia.







