“Jadi kita bagi 3, ada pemilih rasional, sosiologis, dan psikologis, ternyata pemilih di NTT itu sebagian besar, mayoritas, rasional dia, karena memilih karena kinerja dan pengalaman, karena visi-misi dan program yang ditawarkan, kapasitas atau kompetensi yang dimiliki,” jelasnya.
“Sementara secara sosiologis baik itu kedekatan berdasarkan agama, suku, asal daerah, itu hanya 13%, dan sama dengan berdasarkan psikologis usia, gender dan lain lain hanya 13%. Jadi memang 68,4% itu pemilih-pemilih yang rasional,” tandas dia, menambahkan. (dtk/tim)







