Kala itu, media dan publik, kata Paloh sempat bertanya-tanya. Padahal, lanjutnya, Mega hanya luput melihat dirinya. Dia menegaskan peristiwa itu hanya kebetulan.
“Ingatkan kan ketika Mbak Mega enggak nyalamin saya di DPR? Ingat. Ribut seakan-akan semuanya. Seakan-akan Mbak Mega enggak suka,” kata Paloh.
“Saya pikir enggak. Kebetulan aja. Enggak terlihat gimana. Kelewat. Dan saya bisa terima itu. Enggak ada masalah itu sebenarnya,” tambahnya.
Hubungan Paloh dan Mega menjadi sorotan beberapa pekan terakhir. Terutama setelah acara Rakernas Nasdem dan PDIP yang digelar hampir berbarengan pada pertengahan dan pengujung Juni lalu.
Dalam Rakernas Nasdem di JCC Senayan, Paloh sempat menyindir soal partai sombong. Partai sombong ini kemudian ditanggapi oleh Megawati saat Rakernas II di Lenteng Agung.
Mega merasa heran jika ada yang menyebut dirinya atau PDIP sombong. Megawati pun mengatakan dirinya tidak pernah menjelek-jelekkan partai politik atau ketua umum partai politik mana pun.
“Saya tidak pernah loh, tidak pernah menjelekkan partai mana pun, tidak pernah, ketua partai apa pun,” kata Mega, 21 Juni lalu.
Setelah mencuat wacana ini Nasdem kemudian menjernihkan persoalan. Sekretaris Fraksi Nasdem DPR, Saan Mustopa, mengatakan pernyataan Paloh agar menjauhkan praktik kesombongan dalam berpolitik merupakan peringatan bagi internal partai. Bukan sindiran untuk pihak luar.
“Jadi itu kan lebih internal saja. Jadi enggak ada kita nuduh partai lain sombong atau apa. Apalagi nuduh satu partai, enggak ada,” kata Saan kepada wartawan di kompleks Parlemen Senayan, Selasa (21/6/2022).







