Tiga Inisiatif Strategis Bidang Kesehatan di Kota Kupang, Apa Saja?

walkota kupang1

Program kedua yang diluncurkan adalah penyerahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada balita dan ibu hamil KEK yang merupakan bagian dari upaya penanganan stunting dan perbaikan gizi masyarakat.

Berdasarkan data dari aplikasi SiGizi Kesega tahun 2024, sebut Christian, tercatat angka stunting di Kota Kupang sebesar 18,8% (4.233 anak) dan berhasil diturunkan menjadi 16,3% (3.475 anak) per April 2025. Namun, tantangan lain masih membayangi, seperti kasus wasting (gizi buruk dan gizi kurang) sebesar 9,4% atau 2.002 kasus, balita bawah garis merah (BGM) sebanyak 4.221 kasus (19,8%), dan balita dengan berat badan tidak naik (29,1%) mencapai 6.192 kasus.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara itu, terdapat pula 322 kasus ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (15,7%) yang memerlukan intervensi gizi segera.

Khusus di wilayah kerja Puskesmas Sikumana, tercatat prevalensi stunting sebesar 20,3% (732 balita), gizi buruk 0,8% (30 anak), gizi kurang 8,4% (303 anak), dan BGM sebanyak 24,8% (804 anak).

Pelayanan seperti pemeriksaan kehamilan terpadu di trimester pertama dan edukasi gizi menjadi kunci dalam mendeteksi dan menangani risiko KEK maupun stunting sejak dini. Balita yang mengalami weight faltering atau tidak naik berat badan juga mendapatkan penanganan gizi tambahan agar terhindar dari dampak jangka panjang berupa keterlambatan perkembangan bahkan kematian.

Christian  juga meresmikan program ketiga yaitu sosialisasi Sistem Informasi Rawat Inap (SIRANAP) yang memungkinkan masyarakat Kota Kupang memperoleh informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara real-time sebelum menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Pos terkait