“Orang tua yang tidak sekolah itu biasanya kalau lihat baju loreng langsung takut,” katanya.
Lebih lanjut, Paskalis mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari warga, personel TNI yang melakukan patroli di dalam Desa Banain C berasal dari Pos Napan.
Ia menyebut ada personel yang bermalam di area pasar dekat Kantor Desa hingga di kawasan hutan sekitar permukiman warga.
“Orang tua sampai berpikir apakah TNI ini menganggap kami pencuri. Sampai bekal makan yang mau dibawa ke kebun pun harus diperiksa,” tandasnya.
Atas kondisi tersebut, Paskalis berharap Komandan Kodim 1618/TTU serta Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) dapat memberikan arahan yang jelas agar patroli TNI dilakukan di lokasi yang semestinya.
“Saya berharap Dandim 1618 TTU dan juga Dan Satgas bisa memberikan arahan, supaya TNI tidak bergerilya di dalam kampung, tetapi fokus di garis batas, agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” harapnya. (siu)







