Jefri berharap 173 unit rumah yang dibangun di Kelurahan Manulai II, yang dilengkapi infrastruktur kawasan pemukiman, seperti air bersih, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jalan lingkungan dan sanitasi yang layak itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk warga terdampak.
Hunian tetap ini menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA), dengan bangunan rumah tipe 36 dan luas tanah 9×12 meter, serta konstruksi tanah yang sudah sesuai standar tahan gempa.
Jefri yang akrab disapa Jeriko itu mengakui masih ada pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang untuk kelanjutan pekerjaan SPAM Kali Dendeng yang memiliki kapasitas 150 liter per detik, yang dapat dimanfaatkan untuk menambah 12.000 sambungan rumah pelanggan baru, bagi PERUMDAM Kota Kupang itu.
Pemerintah Kota Kupang, kata Jefri, perlu menyediakan dana kurang lebih Rp 35 miliar hingga Rp 46 miliar untuk pemasangan pipa sekunder dan tersier agar air yang diproduksi SPAM Kali Dendeng bisa mencapai rumah-rumah warga.
Untuk membantu warga kurang mampu Pemkot Kupang juga perlu menyediakan dana untuk pemasangan sambungan rumah gratis bagi 10 ribu kepala keluarga, yang diperkirakan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 30 miliar yang nantinya akan diganti dengan program bantuan water hibah dari pemerintah pusat.
Kepada pimpinan Bappeda dan PUPR Kota Kupang, Jefri mengimbau untuk memasukkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan anggaran.
“Harap tidak boleh dilewatkan dan tidak boleh setengah-setengah, karena jika air produksi SPAM Kali Dendeng tahap pertama ini tidak terpakai, maka tahap kedua tidak dapat berjalan,” jelasnya.







