Ketua Partai Demokrati ini meyakini bahwa melalui festival ini, masyarakat Indonesia bahkan dunia tahu bahwa Kota Kupang dapat mengenal ikon baru kebanggaan Kota Kupang.
“Sekarang kalau orang mau ke Kupang, orang bisa membawa pulang tenunan sepe sebagai suvenir selain yang sudah ada lainnya. Ini yang akan terus kita promosikan,” ujar Jefri.
Pada kesempatan tersebut, Jefri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang rencananya akan turut serta dalam Pameran Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo.
“Akan terlibat di sana, walaupun baru mendapatkan HKI ini sesuatu yang akan terus mendorong dan membangkitkan semangat kami untuk terus mempromosikan tenun sepe ke luar Kota Kupang,” pungkasnya.
Sementara Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman A. Atmaja, mengatakan bahwa target penjualan tenun NTT berkisar Rp 1,2 miliar.
“Mudah-mudahan dengan banyaknya promosi diharapkan terjadi penjualan secara online. Caranya gampang tinggal klik www.exotenunfes.com kita bisa langsung pilih produknya, kemudian ketika memilih produk, maka sudah langsung terhubung dengan shopee sebagai e-commerce tempat terjadinya transaksi,” kata Nyoman.
Sementara itu, jika ada yang mau membelinya secara offline, kata Nyoman, bisa langsung datang membelinya di Gedung Dekranasda Provinsi NTT dan beberapa Dekranasda Kota/Kabupaten lainnya di NTT.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus menerobos kondisi yang terbatas dengan langkah-langkah cerdas dan adaptif untuk mengajak masyarakat memasuki era new normal yang mempertemukan UMKM dengan platform e-commerce yang ada.







