Keunikan dan keunggulan tempat wisata di kabupaten ini harus tetap dilestarikan oleh semua pihak. Mulai dari masyarakat sebagai penikmat wisata, bahkan pemerintah sebagai pemangku kepentingan.
“Jangan sampai tempat wisata yang sudah ada ini tercemari dengan hal-hal yang memalukan, seperti buang sampah sembarang, menjadi bisnis maksiat, dan sebagainya,” ungkap Primus Baru, warga Labuan Bajo.
Oleh karenanya, kata Primus, pemerintah dan masyarakat harus saling bahu-membahu menjaga dan melestarikan tempat wisata yang ada saat ini. Salah satunya adalah Air Terjun Cuncang Wae Jati ini.
Begitu terkenalnya air terjun itu, semestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Untuk itu Primus meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggara Barat segera melakukan survai ke lokasi tersebut untuk kemudian dilakukan promosi termasuk menyiapkan fasilitas publik seperti selter dan rest area.
“Kalau pemerintah sudah turun tangan seperti menyediakan fasilitas publik, tempat duduk, kantin, tong sampah, WC umum, tempat parkir, dan jalan yang baik, maka akan memudahkan pengunjung untuk datang ke tempat ini,” ujar Primus.
Dia meyakini, bila semua itu terwujud bukan hanya wisatawan lokal yang tertarik untuk datang, wisatawan dari luar kota pun bakal tertarik. Selain itu, jika dikelola dengan manajemen yang baik Air Terjun Cuncang Wae Jati bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat bisa berjualan di sekitar air terjun. Misalnya makanan ringan, minuman dan lainnya. Manfaat lainnya juga bisa dirasakan oleh pemerintah kabupaten sendiri. Semakin banyak yang datang ke tempat tersebut, semakin banyak income bagi daerah dari sektor pariwisata.







