BOPLBF Gelar Penguatan Digitalisasi Destinasi Wisata

manggarai Pelatihan desa wisata

“Desa-desa wisata yang sudah siap kita digitilisasi dan kita pastikan aktivitas digitalnya dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Kita akan selalu mendampingi sampai mereka benar-benar mandiri dalam pengelolaan digitalnya,” terangnya.

Kepala Divisi Komunikasi Publik BOPLBF, Sisilia Jemana, menyatakan, pada kegiatan tersebut, peserta akan dilatih membuat konten media yang menarik berkaitan dengan potensi wisata di desanya masing-masing.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Selama 2 hari ini kami akan memberikan pelatihan hingga mahir, bagaimana membuat konten foto yang baik dengan menggunakan kamera sederhana. Selain itu juga bagaimana membuat caption atau narasi yang baik, agar menunjang konten foto yang ada,” jelas Sisilia yang biasa disapa Sisil itu.

Konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism), menurutnya,  saat ini menjadi kiblat utama pembangunan pariwisata di NTT.

Destinasi Eco-Wisata Premium merupakan wujud destinasi wisata dengan konsep Sustainable Tourism (Eco-tourism) yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu harus mengoptimalkan  potensi pariwisata yang otentik dan mengedepankan orisinalitas, kekayaan alam, dan  budaya lokal masyarakat desa,” tegas Sisil.

Hadirnya desa wisata pada akhirnya perlu ditopang oleh kemudahan akses infomasi mengenai potensi wisata desa itu sendiri. Karena itu harus memaksimalkan penggunaan teknologi digital, yang dikelola secara mandiri oleh desanya.

“Dengan demikian potensi pasar digital menjadi momentum yang perlu ditangkap oleh para pelaku pariwisata, dalam konteks pengembangan desa wisata berbasis digital,” tutupnya. (obe)

Pos terkait