Penyesuaian tersebut, menurutnya, dilakukan guna menyamakan nomenklatur sesama organisasi Badan Pelaksana Otorita yang berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta untuk memudahkan kegiatan promosi ke pasar internasional.
“Pengalaman Kementerian Parekraf saat melakukan promosi, mereka (market) kadang bingung fungsi dan tugasnya sama, tapi namanya berbeda-beda. Buat market wisatawan manca negara (wisman) lebih masuk akal kalau cuman satu nama yang sama. Kalau kebanyakan singkatan nanti marketnya bingung,” tutup Shana. (obe)







